Saturday, 29 June 2013

Jangan Takut Berhenti Bekerja

Pemberdayaan kaum perempuan yang menjadi cita-cita Kartini saat ini telah dapat dinikmati oleh sebagian besar perempuan. Sebagian dari kita tidak saja telah dapat menemukan pekerjaan sesuai passion, tetapi juga telah memperoleh kebebasan finansial.
Dari total populasi 112 juta jumlah pekerja di Indonesia (data Badan Pusat Statistik tahun 2012), saat ini ada 43 juta pekerja perempuan yang membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itu artinya, jumlah pekerja perempuan hampir sama besarnya dengan pekerja laki-laki. Yang lebih penting, pada saat yang sama perempuan juga menemukan kebebasan untuk tetap menjalankan perannya sebagai ibu.
Hal ini dimungkinkan berkat semakin banyaknya peluang untuk bekerja secara brayer. Tren bekerja secara insidental ini menjadi peluang baru bagi jutaan perempuan yang ingin membutuhkan penghasilan tambahan, maupun yang ingin bekerja dengan cara yang lebih fleksibel. Karena bagaimana pun, kita datang dari latar belakang yang berbeda-beda sehingga tidak semua dari kita bisa bekerja di luar rumah penuh waktu.
Salah satu yang sukses menjalankan sistem bekerja secara insidental adalah Lucy P. Ibu tiga anak ini dulunya seorang pegawai bank, sebelum memutuskan menjadi seorang brayer.
"Tanggung jawab utama saya sebagai seorang ibu adalah mengurus keluarga saya. Namun, sejak kebutuhan mendapatkan tambahan penghasilan meningkat, saya tidak dapat berhenti kerja. Menjadi seorang brayer dengan bekerja dari rumah merupakan pilihan yang lebih baik bagi saya untuk dapat menjalankan peran ganda. Saya tetap dapat menghasilkan uang, namun tanggung jawab saya mengurus anak-anak saya di rumah tetap bisa dikerjakan dengan baik," kata Lucy.
Anda yang berstatus lajang tentunya juga pernah merasakan keinginan untuk berhenti bekerja kantoran. Macam-macam alasannya, entah itu kejenuhan, keinginan untuk tidak terikat waktu kerja yang resmi, atau dorongan kuat untuk mengejar passion yang lain.
Anda yang memendam keinginan-keinginan tersebut, bisa mencoba mengakses situs Tiny Jobs Indonesia.
Hadirnya situs pencari dan penyedia kerja mini secara insidental / paruh waktu seperti ini memungkinkan lebih banyak perempuan Indonesia lebih mudah dalam menemukan pekerjaan online yang tersedia dalam berbagai bidang dan profesi. Apakah Anda membutuhkan pekerjaan paruh waktu untuk menambah penghasilan, atau untuk memperluas jaringan klien bagi bisnis Anda, platform Tiny Jobs Indonesia membuat Anda dapat menemukan atau menunjukkan keahlian Anda kepada dunia tanpa perlu meninggalkan rumah atau kantor.
"Melalui Tiny Jobs Indonesia yang menawarkan ratusan proyek dari seluruh Jogya dan Indonesia, para brayer dan user perempuan di Indonesia dapat menemukan pekerjaan dan pekerja dari seluruh dunia dengan hanya klik secara online," papar Bekti Mangunwijaya,founder Tiny Jobs Indonesia.
Ada lebih dari 10 kategori bidang dan ratusan jenis pekerjaan yang ditawarkan dalam situs ini. Sebagian besar memang dari bidang cleaning, delivery, perbantuan acara,
teknologi informasi atau desain web. Namun Anda yang punya keahlian di bidang lain pun bisa menemukan yang sesuai. Misalnya, ada kategori arsitektur, penulisan, penerjemahan, marketing, akuntansi, sumber daya manusia, edukasi, dan lain sebagainya. Dengan ratusan jenis pekerjaan yang ditawarkan, mustahil Anda tidak menemukan satu yang sesuai keahlian Anda kan?
Sebaliknya, jika Anda sebagai pemberi kerja, Anda juga bisa menawarkan pekerjaan sebagai user. Misalnya, Anda memiliki usaha event organizer yang sedang merancang event di kota lain. Lalu, Anda membutuhkan tenaga brayer sebagai runner atau penerima buku tamu di kota tersebut. Anda bisa mem-posting posisi yang Anda butuhkan, background pendidikan dan pengalaman kerja, serta kompensasi fee yang Anda tawarkan.
Dengan cara ini, Anda akan menerima pelamar yang sangat bervariasi latar belakangnya, sehingga lebih leluasa memilih sesuai keinginan dan budget Anda. Bahkan, Anda bisa memperoleh review mengenai si pelamar dari orang yang pernah menggunakan jasa tenaga profesional serta tingkat keberhasilannya.
Kalau sudah begini, tak sulit lagi kan mewujudkan keinginan untuk berhenti bekerja penuh waktu untuk bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak atau mengejar passion Anda yang lain?

Jadi Brayer dengan Penghasilan 2 juta Sebulan

Setelah lebih dari 15 tahun bekerja kantoran di bidang perbankan dan teknologi informasi, Reni Heryani memutuskan untuk menjadi brayer. Dorongan utama menjadi brayer adalah karena dia menyadari dirinya sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu.
“Sejak tiga tahun yang lalu sebelum resign saya sudah mulai fokus pada mimpi saya sebagai 'home working mom'. Banyak informasi yang saya dapat tapi kebanyakan tentang affiliate marketing, MLM online, bahkan yang lebih parah lagi banyak informasi sampah mengenai bekerja dari rumah. Ini saya saring,” ujarnya.
Setelah browsing sana sini mulailah Reni berkenalan dengan sebuah Tiny Jobs Indonesia. Saat itu dia belum terjun menjadi brayer, baru sebatas ingin tahu saja. Tetapi perkenalannya dengan dunia  brayer itu membuka matanya, bahwa pekerjaan yang didambakannya itu ada! Karena masih sibuk dengan pekerjaan yang ia tangani, baru enam bulan lalu Reni memutuskan dengan yakin untuk mengundurkan diri dan fokus sebagai  braye.
“Akhirnya mendapat project pertama saya sebagai translator, yang berlanjut pada beberapa project berikutnya dengan penghasilan dalam rupiah setiap bulannya. Sekarang saya optimis bahwa mimpi saya sebagai 'home working mom' bisa terwujud,” ujarnya lugas.
Dengan menjadi  brayer , Reni merasa mampu menyelesaikan pekerjaan dari rumah, tanpa harus pusing dengan tekanan dari pimpinan, kemacetan, dan masalah anak-anak. Sebab, sekarang ia bisa mendapatkan uang sekaligus punya waktu lebih banyak bersama anak-anak.
“Mungkin secara jumlah memang belum sebesar gaji saya waktu bekerja dulu. Tapi saya merasa ‘nilainya’ jadi jauh lebih besar dari yang selama ini saya dapatkan, karena waktu bersama keluarga dan bisa bekerja dari rumah,” paparnya.
Menurut Reni menjadi  brayer mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. Hal yang menyenangkan yakni bisa bekerja dari rumah, bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, dan bisa menentukan sendiri besaran upah. Selain itu, seorang  brayer bisa setiap saat memutuskan berhenti ketika yang memberikan project ( user ) diketahui tidak jujur dan menuntut berlebihan. Kalau kerja kantoran, kata dia, hal ini tidak bisa dilakukan karena ada saat suka tidak suka, tetap bekerja.
“Ketika menjadi  brayer kita bekerja dengan waktu yang fleksiblel, karena setiap kita mem-bidding suatu project, kita bisa menawar sendiri berapa lama proyek tersebut bisa kita kerjakan sesuai dengan job desk pekerjaan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, menjadi brayer bukan berarti tidak ada kekurangannya. Menjadi  brayer jelas membuat kita tidak bisa mendapatkan uang dengan besaran yang tetap setiap bulannya (seperti saat menerima gaji tetap kalau kita bekerja di kantor). Penghasilan sebagai  brayer tergantung banyaknya proyek dan nilai proyek yang kita dapat setiap bulannya. Artinya, bisa lebih besar atau lebih kecil.
Untuk mendapatkan suatu proyek kita harus melakukan tawar-menawar untuk proyek-proyek sesuai keahlian kita. Hal ini tidak mudah karena harus bersaing dengan  brayer yang lain. Tetapi menurut Reni, justru di bagian itulah tantangannya.
Apa saja proyek yang bisa ditangani?

Reni membeberkan bahwa proyek yang masih ia jalani saat ini adalah menjadi translator atau penerjemah bahasa. “Saya mencoba untuk ikut mem-bidding proyek menjadi translator yang kebetulan saat itu ditawarkan oleh user untuk menjadi translator bahasa Inggris-Indonesia.
“Awalnya percaya diri saja, merasa saya punya skill untuk itu. Saya ikutan bidding walaupun agak sedikit pesimis karena yang ikut sudah punya pengalaman dan sertifikasi, tapi saya pikir 'nothing to loose' lah. Toh gagal pun saya tidak mengalami kerugian finansial apa pun,” tuturnya.
Beberapa hari kemudian, Reni menerima pemberitahuan kalau project tersebut jatuh ke akunnya atau disebut awarded. Ketika memulai mengerjakan project itu, ternyata memang tidak sulit, dan bisa dilakukan per hari dalam waktu 1-2 jam saja, dari Senin sampai Jumat secara online dari rumah.
“Saya dibayar per kata dari yang saya terjemahkan. Pembayarannya sebulan sekali sesuai kesepakatan, dan setiap bulannya saya bisa mendapatkan 1-2 juta, dan itu masih bisa lebih,” ujarnya meyakinkan.  
Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan atau project saat menjadi brayer ?  Caranya mudah, kalau kita sudah jadi member di suatu situs penyedia jasa pengerjaan pekerjaan pekerjaan kecil, Tiny Jobs Indonesia.
Reni mengaku dengan menjadi member di situs, ia tinggal ikut melakukan penawaran proyek-proyek yang tersedia di sana, disesuaikan dengan skill atau keahlian yang dimiliki. Berikutnya, kita tentukan berapa nilai proyek dan durasi proyek yang kita tawarkan, lalu membuat proposal singkat untuk meyakinkan user bahwa kita pantas mendapatkan project mereka. Lalu kita tinggal menunggu notifikasi atau pemberitahuan berikutnya.
Disampaikan Reni, setiap hari ada ratusan pekerjaan yang ditawarkan oleh seluruh  user dari seluruh Jogya. Triknya, penting sekali untuk memilih user yang sudah mempunyai sistem pembayaran yang sudah terverifikasi, dan mereka mau membuat  tanda jadi alias uang muka.
Jika dilihat dari sisi penghasilan, sebenarnya dunia brayer dan dunia kerja yang formal sama-sama menjanjikan. Semua tergantung dari kerja keras dan kemauan kita. Banyak malah yang mempunyai penghasilan lebih besar sebagai brayer dibandingkan pekerjaan umumnya. Malah, tidak sedikit yang kemudian berhenti bekerja dan memilih untuk menjadikan brayer sebagai sumber utama penghasilannya.
“Apalagi untuk seorang wanita dan ibu seperti saya, sekali lagi nilainya akan lebih tinggi dibandingkan jika kita bekerja kantoran,” ujarnya.
Namun lagi-lagi ini soal pilihan. Karena budaya di Indonesia lebih melihat bukan sekadar penghasilan tapi juga jenjang karier. Berbicara karier, tentu saja hal ini tidak ada dalam dunia brayer. Kembali lagi, semua itu pilihan.

Tuesday, 11 June 2013

Bermimpi dan Bekerja…

Ada orang yang seharian bekerja, ada yang seharian bermimpi dan ada yang mengawali hari dengan bemimpi kemudian mengisi sisa harinya dengan bekerja untuk mewujudkan mimpinya. Salah satu dari tiga jenis orang ini pasti ada yang cocok dengan Anda, tetapi yang mana?
Perusahaan tempat Anda bekerja pasti menginginkan Anda menjadi orang jenis pertama, yaitu orang yang mengisi harinya dengan bekerja dan bekerja. Orang yang tidak berfikir neko-neko, waktu dan pikirannya terkooptasi penuh oleh dunia kerjanya sehingga tidak sempat berfikir yang lain.
Kalau toh mempunyai cita-cita, cita-citanya sebatas jenjang karir yang sudah diplot di instansi atau perusahaan tempatnya bekerja. Karena perusahaan atau instansi suka dengan orang yang seperti ini, mereka menyebut Anda sebagai karyawan atau pegawai yang berdedikasi tinggi.
Tidak ada yang salah dengan ini,  bila ini memang pilihan Anda dengan sadar bahwa inilah yang hendak Anda lakukan sampai akhir karier Anda. Yang perlu Anda pikirkan tinggal bagaimana atau apa yang Anda akan lakukan ketika karier Anda berakhir? Ketika pengabdian Anda dipandang cukup sudah oleh perusahaan atau instansi tempat Anda bekerja? ketika dedikasi Anda sudah tidak diperlukan lagi!
Golongan kedua adalah orang yang bermimpi sepanjang hari. Dia tidak harus pengangguran, bisa saja dia punya pekerjaan full time yang menyibukkan fisik dia sepanjang hari - tetapi hati dia di tempat yang lain. Dia bekerja hanya untuk memperoleh gaji, status atau motif yang lain.

Dia memiliki mimpi-mimpi yang tidak nyambung dengan pekerjaannya, tetapi juga tidak punya keberanian untuk meninggalkan pekerjaan dan mewujudkan mimpi-mimpinya.
Orang jenis kedua ini biasanya nanggung, atasan tempat Anda bekerja mudah melihat Anda sebagai karyawan yang kurang berdedikasi. Sebabnya adalah Anda tidak terlalu excited dengan pekerjaan dan jenjang karier Anda, Anda punya mimpi yang lain.
Bila Anda masuk kategori orang yang kedua ini, Anda harus fair kepada tempat Anda bekerja dan juga pada diri Anda. Anda tidak bisa berlama-lama dengan kondisi  mendua demikian, suatu saat Anda harus putuskan.
Anda bisa putuskan mimpi Anda, dan fokus pada pekerjaan Anda. Atau Anda putuskan pekerjaan Anda untuk mengejar mimpi-mimpi Anda. Bila yang pertama yang Anda pilih , maka Anda akan menjadi orang jenis pertama lengkap dengan konsekwensinya. Bila yang kedua yang Anda pilih, maka Anda akan menjadi orang jenis ketiga juga lengkap dengan resikonya.
Orang jenis ketiga ini adalah orang yang memulai harinya dengan mimpi, kemudia bekerja keras sepanjang sisa harinya untuk merealisasikan mimpinya.
Namanya juga mimpi, awalnya memang serba tidak jelas. Mimpi itu seperti snapshot – snapshot foto dari beberapa kejadian yang belum nyambung satu sama lain. Maka pekerjaan pertama Anda dengan mimpi Anda adalah merangkai snapshot-snapshot tersebut menjadi rangkaian foto yang menggambarkan sesuatu yang lebih jelas.

Bila gambaran tersebut sudah begitu jelas bagi Anda, itulah sudah terjadi metamorphosis dari mimpi Anda menjadi visi Anda. Tantangan berikutnya tinggal Anda bekerja keras lagi untuk menjabarkan visi menjadi strategi dan aksi.

Pada tahap implementasi ke strategi dan aksi inilah risiko demi resiko bermunculan. Betapa banyak ide cemerlang yang tidak menghasilkan apa-apa karena dia tidak dituangkan dalam strategy yang tepat dan aksi yang paripurna.
Resiko menjadi lebih besar lagi manakala apa yang Anda visikan adalah hasil proses ide kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang unique, yang belum pernah dilakukan atau diciptakan oleh orang sebelumnya. Andalah orang pertama itu, Andalah yang babat alas untuk membuat peta wilayah baru – Anda harus siap diterkam harimau, dipatok ular dan digigit serangga ganas.
Resiko memang besar, tetapi bila Anda berhasil maka rasa puas dan syukur Anda insyaAllah juga lebih besar. Andalah pionir yang banyak-banyak dibutuhkan negeri ini untuk mengolah segala sumber daya yang melimpah, Andalah pahlawan yang dibutuhkan untuk menciptakan lapangan kerja dan mencegah kemiskinan di negeri yang mestinya kaya ini.
Maka beranilah bermimpi, tetapi tidak berhenti hanya bermimpi. Beranilah memulai dengan bermimpi tetapi kemudian isilah hari-hari Anda dengan kerja keras untuk mewujudkan mimpi itu. InsyaAllah.

Tuesday, 21 May 2013

Ada program keren nih dari Tiny Jobs Indonesia, ikuti ya Bray!!

Program MGMT
Apa itu Program MGMT/Member get Member Tiny Jobs Indonesia 
Tiny Jobs Indonesia menggelar program Member get Member, dengan kompensasi menarik. Program ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan bagi member Tiny Jobs Indonesia yang merekomendasikan relasi, kawan atau saudaranya untuk menjadi Brayer baru. Relasi, kawan, keluarga atau saudara Anda akan senang mendapatkan rekomendasi bahwa keahlian jasanya, barang dagangannya, dan peluang usahanya juga akan di promosikan ke komunitas Tiny Jobs Indonesia. Sebagai tanda terima kasih kami telah menyediakan kompensasi untuk Anda.

Ketentuannya sangat mudah :
1. Anda dapat mengikuti program ini setelah anda terlebih dulu aktivasi menjadi member Tiny Jobs Indonesia. (lihat Be Member)

2. Setelah anda aktivasi menjadi Brayer maka berhak mengikuti Program Member get Member dengan ketentuan sbb:
  • Setiap kali Anda merekomendasikan 1 member baru yang disetujui oleh Tiny Jobs Indonesia,  Anda mendapat fee senilai Rp. 35.000,- yang akan di credit langsung di account rekening bank Anda.
  • Ketika Anda merekomendasikan 10 member baru , Anda akan mendapatkan fee senilai Rp.350.000,-
  • Ketika Anda merekomendasikan 20 member baru , Anda akan mendapatkan fee senilai Rp. 700.000,-
  • Dan seterusnya berlaku kelipatan.
  • Fee dibayarkan tiap hari kamis.
  • Rekomendasi dapat dilakukan melalui registrasi online, telp/SMS atau datang langsung ke kantor kami, dengan menyertakan keterangan jati diri calon member  yaitu FC KTP, formulir yang telah diisi dan bukti transfer pembayaran. 
Tunggu apa lagi? Rekomendasikan teman, relasi,keluarga anda menjadi member Tiny Jobs Indonesia sebanyak-banyaknya dan terimalah keuntungannya. Untuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi Layanan Pelanggan kami di 081 567 607 441.

Wednesday, 15 May 2013

Tiny jobs Indonesia membantu Anda membeli dan menjual secara lokal, sekarang!!!

Tiny jobs Indonesia spin teknologi pada konsep bazar lokal, real-time, layanan e-commerce yang membuat momentum yang memungkinkan konsumen membeli dan menjual apa pun setiap saat dari mana saja. Perusahaan berharap untuk memasuki pasar pemula bagi konsumen yang semakin menggunakan smartphone mereka untuk menemukan hal-hal dalam lanskap media sosial kebanjiran data dan layanan berbasis lokasi.
"Orang-orang membutuhkan cara sederhana untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang-orang di sekitar mereka," kata Founder Tiny jobs Indonesia , bekti Manguwijaya, yang telah memiliki beberapa keberhasilan start-up. "Kami menangkap nilai urgensi -. Mencari penjahit dalam keadaan darurat, mencari ojek di daerah Anda, apa pun"
Cara kerjanya: Tiny jobs Indonesia  menempatkan pembeli di pusat transaksi dengan memungkinkan mereka untuk membuat permintaan untuk hal-hal yang mereka butuhkan dari orang-orang di komunitas mereka sendiri.
Ketika pembeli posting permintaan pada Tiny jobs Indonesia , orang-orang dalam komunitas yang sama yang berlangganan layanan dapat memulai percakapan dua arah dan menyepakati harga dan jenis transaksi. Mudahkan....